Memahami Perjuangan Lewat Foto
Sunday, January 23rd, 2005Berwisata ke kompleks pemakaman Bung Karno mempunyai keistimewaan dan kelebihan sendiri. Setiap pengunjung akan merasakan kelengkapan objek wisata ini dengan adanya Persada Soekarno atau yang lebih populer dengan sebutan Perpustakaan dan Museum Bung Karno. Persada Soekarno dibangun ketika Megawati Sukarnoputri menjabat sebagai presiden RI, menggantikan KH Abdurrahman Wahid. Sejak pemakaiannya diresmikan 3 Juli 2004 lalu, perpustakaan dan museum bertaraf internasional itu kini menjadi ikon bagi pariwisata Kota Blitar. Gedung Persada Soekarno yang dibangun dengan biaya Rp 50 miliar itu terlihat sangat megah dan artistik dengan bercorak Eropa. Bangunan ini diarsiteki oleh dosen ITB, Dr Ir Baskoro Tejo.
Pengunjung yang akan menuju gedung utama Persada seraya disambut dengan karpet merah. Jalan yang mulus selebar 20 meter, sebelah kiri dihiasi dengan tembok berukir beragam corak perjuangan kehidupan Bung Karno. Sementara sebelah kanan, beberapa showroom yang berisi koleksi benda-benda milik Soekarno. Gedung A lantai satu bangunan ini dipenuhi buku-buku karangan dan otobiografi proklamator ini, dan koleksi lukisan serta patung Bung Karno. Referensi lain, adalah berbagai macam kamus di antaranya, kamus Bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, Spanyol, Jawa Kuno, Tionghoa, kamus elektronik fisika, kimia, komputer, filsafat, pariwisata, istilah perbankan dan sebagainya.
